Review Microsoft Edge untuk Windows 10

Sejak dikeluarkannya sistem operasi Windows 10, Microsoft Edge menjadi aplikasi browser andalan Windows. Microsoft Edge merupakan upaya berkaliberasi tinggi dari Windows untuk menggantikan Internet Explorer yang semakin kalah saing dengan browser lain.

Namun, belum terlalu banyak yang menggunakannya lantaran belum terlalu mengenal browser ini. Ditambah lagi banyak pengguna Windows sudah nyaman dengan browser lain seperti Chrome dan Firefox. Trek Microsoft Edge untuk menjadi broswer andalan semakin tertantang.

Buat yang belum mengenal dan bertanya-tanya apa keunggulan dan hal unik yang bisa dilakukan oleh browser ini, yuk simak ulasan berikut untuk mengetahui jawabannya!

Baca juga: Ini Dia Browser yang Wajib Dimiliki Pengguna Windows 10!

Instalasi dan kompatibilitas

microsoft edge
Sumber: Sava Lahe

Bagi pengguna Windows 10 Microsoft Edge merupakan aplikasi yang hadir secara default. Jika kamu pengguna Windows sebelumnya, kamu perlu meng-upgrade ke Windows 10 untuk menggunakan Microsoft Edge. Karena bersifat default, aplikasi bawaan ini tidak dapat di-uninstall.

Microsoft Edge memang dirancang eksklusif untuk pengguna Windows 10. Buat kamu yang menggunakan sistem operasi lain, bisa bersabar dulu. Walaupun sekarang Microsoft Edge hanya dapat digunakan di sistem operasi Windows 10, tidak menutup kemungkinan di masa depan, Microsoft Edge dapat menjadi aplikasi multiplatform. Seperti yang dikatakan oleh personel Windows sendiri, Michael Gillett.

Tampilan

microsoft edge

Sumber: Will Hinch
Tampilan jendela Microsoft Edge pada Windows 10 memberikan kesan berbeda dengan browser lain. Ketika kamu membuka Microsoft Edge, kamu akan melihat tampilan rapi dan bersih dengan warna abu-abu senada. Seperti pada umumnya, pada bagian paling atas adalah letak tab. Di Microsoft Edge, tab yang mengeluarkan suara ditandai dengan simbol speaker.

Di pojok kanan atas, terdapat tiga tombol kustom ukuran jendela, yaitu minimize, restore dan close. Kemudian, di bawah baris tab, terdapat tombol panah navigasi halaman web, tombol Refresh, serta tombol Home (dapat dikonfigurasi agar terlihat atau tidak).

Lalu, berbeda dengan browser pada umumnya, address box pada Microsoft Edge berwarna sama dengan toolbar. Ketika tidak aktif, browser juga tidak menampilkan border pada address box. Hal ini menambah kesan sederhana yang rapi untuk tampilan Microsoft Edge.

Di sebelah address box, terdapat tombol Hub yang berfungsi untuk membuka daftar halaman Favorites, Reading List (dijelaskan pada bagian selanjutnya), Download, dan History. Kemudian, di sebelahnya terdapat tombol Web Note, lalu tombol Share, dan terakhir tombol Settings.

Ketika mengunjungi sebuah website, akan muncul tombol lain di address box yaitu, tombol Reading View dan Favorites. Selanjutnya, di bawah address box, terdapat favorite bar (dapat dikonfigurasi agar terlihat atau tidak).

Kemudian, di bagian tengah kamu dapat melihat tulisan_ ‘Where to next’ _dengan kotak pencarian di bawahnya. Lalu, kamu juga dapat melihat banyak saran pencarian tentang berita-berita terkini dalam bentuk artikel dari situs-situs populer di bagian bawah.

Saran pencarian ini banyak mendapat sambutan positif dari pengguna karena bisa mempercepat akses informasi ke kejadian-kejadian yang sedang hangat dalam sebuah periode waktu. Saran pencarian ini juga dapat dengan mudah diatur agar dapat menampilkan jenis berita yang sesuai dengan preferensimu.

Selain itu, berbeda dengan browser lain, Microsoft Edge memiliki dua pilihan tema default. Dua tema tersebut adalah Light dan Dark. Tema Light akan memberikan tampilan terang dengan warna dasar abu-abu. Sedangkan tema Dark, merubah warna bingkai menjadi hitam, sehingga tampilan terlihat lebih fokus ke konten laman web.

Secara keseluruhan, tampilan Microsoft Edge tampak lebih menarik dari browser lain. Selain tampilan rapi dan bersih, keberadaan saran pencarian menjadikan tampilannya lebih praktis dan informatif. Bisa dikatakan Microsoft Edge lebih unggul di segi tampilan dibanding browser lain.

Performa

microsoft edge

Sumber: Live Tech News
Salah satu tujuan utama Microsoft Edge dibangun adalah menjadi aplikasi browser dengan kualitas yang dapat menyaingi aplikasi browser top seperti Firefox atau Chrome. Untuk itu, performa Microsoft merupakan fokus utama dari para developernya.

Berbeda dengan Internet Explorer, Microsoft Edge dapat membaca lebih banyak tampil laman web tanpa memunculkan eror sebanyak pendahulunya. Microsoft Edge juga dapat loading laman web dengan cepat. Seberapa cepat? Berikut hasil tes benchmark beberapa aplikasi browser:

microsoft edge

Sumber: Michael Muchmore
Berdasarkan hasil tes di atas, Microsoft Edge mendapatkan poin paling banyak pada hampir semua kategori. Microsoft Edge unggul di tes benchmark Google Octane 2.0, Jetstream 1.1, PenguinMark, dan Unity WebGL. Sementara untuk penggunaan memory, browser ini kurang unggul dibandingkan dengan yang lainnya.

Selain itu, Microsoft Edge juga mendukung resolusi yang lebih tinggi dibanding browser lain pada HTML5 player, yaitu 1080p. Sehingga kamu bisa mneyaksikan video dengan kualitas gambar lebih baik di Microsoft Edge.

Terlepas dari performa yang cukup baik, terdapat beberapa kekurangan pada Microsoft Edge. Kekurangan Microsoft Edge yang menonjol adalah menggunakan mesin pencarian default, Bing, yang bukanlah mesin pencari favorit. Untuk merubah pengaturan mesin pencari default pun cukup rumit.

Untuk merubahnya, kamu perlu mengunjungi search engine tersebut, misal Google.com. Kemudian Microsoft Edge akan membaca adanya search engine open source baru. Kemudian, klik tombol menu, pilih settings, advance setting, ubah pilihan search engine di search in the address bar with. Pilih search engine yang kamu mau.

Masalah lain adalah penempatan iklan pop-up yang menghalangi aktivitas membaca di laman web. Kalau di browser lain, iklan tersebut berada di tempat yang tidak mengganggu konten dalam laman web. Namun, kamu bisa mengakali ini dengan memasang extension Adblock.

Masalah selanjutnya adalah kecepatan loading yang tidak konsisten. Umumnya, Microsoft Edge dapat loading laman web dengan cepat. Namun terkadang bisa sangat lambat, bahkan sampai loading error atau freeze.

Jika laman web telah freeze, tombol ‘x’ pada tab, maupun tombol close pada jendela Microsoft Edge juga tidak berfungsi. Sehingga, yang dapat kamu lakukan adalah menunggu atau menutup aplikasi Edge melalui task manager dan menggunakan aplikasi lain untuk melakukan browsing. Tentu saja, hal ini membuat banyak pengguna Edge jengkel dan akhirnya tidak lagi menggunakan aplikasi browser ini.

Walaupun memiliki performa yang cukup baik sesuai hasil tes benchmark, masalah-masalah tersebut merupakan kesalahan fatal, yang membuatmu perlu melakukan pertimbangkan sebelum menetapkan Microsoft Edge sebagai aplikasi browser default.

Fitur

microsoft edge

Sumber: John Callaham
Microsoft Edge memiliki beberapa fitur yang menjadikannya unggul dari browser lain. Selain fitur yang sudah ada secara default seperti built-in support untuk Flash and PDF viewing, serta mendukung bahasa pemrograman asm.js, Microsoft Edge memiliki fitur-fitur menarik lainnya, berupa:

Reading Mode

microsoft edge

Sumber: Ashley Blood
Salah satu fitur keren yang pertama adalah Reading Mode. Untuk mengaktifkan Reading Mode, cukup tekan tombol Reading View pada address box di laman web yang ingin kamu baca.

Reading Mode akan memberikan tampilan lama web yang lebih terfokus pada konten utama. Konten-konten lain yang tidak relevan seperti iklan dan saran artikel lain akan hilang pada mode ini, sehingga kamu dapat membaca dengan lebih nyaman. Namun, tidak semua laman web telah kompatibel dengan fitur ini. Laman web dari goal.com, misalnya.

Web Note

microsoft edge

Sumber: The Windows Team
Lalu, ada juga fitur Web Note. Untuk mengaktifkan fitur ini, klik tombol Web Note di sebelah address box. Web Note memungkinkan kamu untuk memberikan catatan personal di sebuah laman web secara langsung.

Di pojok kiri atas pada mode Web Note, kamu dapat melihat beberapa tombol perintah, seperti tombol Pen, digunakan untuk menulis atau menggambar di laman web. Selanjutnya, terdapat tombol Highlight untuk menyorot kalimat, tombol Eraser untuk menghapus tulisan atau sorotan, tombol Add a Note untuk menempelkan catatan pada laman web, tombol Clip untuk copy beberapa atau semua bagian artikel.

Kamu bisa menyimpan laman web dengan catatanmu dengan menekan tombol save di pojok kiri atas. Artikel dapat kamu simpan di OneNote, Favorites, atau Reading List. Selain itu, artikel tersebut dapat dibagikan melalui aplikasi OneNote, Line, Dropbox, dan lain lain.

Share

microsoft edge

Sumber: Nelson Aguilar
Untuk fitur sharing, selain dapat membagi laman web yang telah diberikan catatan, kamu juga bisa membagikan laman web secara langsung tanpa program ekstensi dengan menekan tombol Share. Akan muncul jendela dengan beberapa pilihan aplikasi untuk di-share.
Pilihan aplikasi ini sesuai dengan aplikasi yang sudah terpasang di Windows kamu.

Kamu juga dapat menentukan bentuk data yang akan dibagikan, apakah dalam bentuk link atau screenshot. Caranya klik judul artikel pada tampilan jendela share dan akan muncul pilihan tersebut.

Reading List

microsoft edge

Sumber: Brink Windows Insider MVP
Reading List adalah fitur untuk menyimpan laman web yang akan dibaca nanti. Selain dengan cara memasukan laman tersebut ke favorite bar, kamu dapat menyimpannya di Reading List.
Untuk membuka Reading List, klik tombol Hub, kemudian pilih Reading List. Kamu dapat melihat gambar dan sumber laman web tersebut di kolom Reading List. Kamu juga dapat menyimpan laman web di Reading List secara offline.

Integrasi Cortana

microsoft edge

Sumber: Eklavya Sharma
Microsoft Edge dapat terintegrasi dengan asisten digital personal Windows, Cortana. Dengan Cortana, kamu dapat mencari informasi akan suatu hal dengan lebih cepat.

Untuk mengintegrasikan Cortana dan Edge, kamu harus memastikan Cortana sudah aktif di Windows 10. Untuk mengaktifkannya, buka search box pada taskbar, klik icon Settings, lalu aktifkan opsi ‘Cortona can give you suggestions, ideas, reminders, alerts and more’. Setelah itu, kamu perlu mengikuti beberapa tahap prosedur persetujuan.

Setelah Cortana aktif, yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah mengintegrasikannya dengan Microsoft Edge. Buka aplikasi Microsoft Edge, klik icon browser menu yang bersimbolkan tiga titik tersusun horizontal di bagian pojok kanan atas. Pilih Settings, Advance Settings, lalu aktifkan opsi ‘Have Cortana assist me in Microsoft Edge’.

Mengintegrasikan Cortana ke Microsoft Edge tentu akan sangat mempermudahmu dalam melakukan browsing. Untuk itu, tips ini adalah salah satu yang paling direkomendasi jika kamu mau menggunakan aplikasi Microsoft Edge.

Pada umumnya, dengan browser lain, jika kamu mencari kata-kata yang disorot, maka akan terbuka jendela baru. Dengan Cortana, klik kanan pada kata yang disorot, akan muncul opsi ‘Ask Cortana’, maka Cortana akan memberikan informasi terkait kata yang disorot tersebut dengan lebih cepat tanpa perlu membuka jendela baru.

Extention

microsoft edge

Sumber: Martin Brinkmann
Pada awalnya, Microsoft Edge di Windows 10 keluar dengan hanya sedikit program ekstensi. Namun kini, Microsoft Edge telah memperbanyak program ekstensi untuk mendukung aktivitas browsing.

Program ekstensi penting seperti LastPass, program ekstensi untuk membantumu mengingat kata sandi berbagai akun yang kamu miliki; AdBlock dan AdBlock Plus, program ekstensi yang berfungsi memblokir iklan pop-up yang di website yang kamu kunjungi; kemudian OneNote, juga Amazon Assistant kini sudah dapat diunduh.

Dibanding dengan browser seperti Firefox atau Chrome, jumlah program ekstensi Microsoft Edge tentu masih sangat sedikit. Tapi, program ekstensi yang banyak diperlukan sudah tersedia dan seiring waktu program ekstensi pada Microsoft Edge akan terus bertambah.

Keamanan dan privasi

microsoft edge

Sumber: NYphotographic
Untuk masalah keamanan, Microsoft Edge dapat dikatakan sebagai aplikasi browser unggulan. Sistem keamanan Microsoft Edge berbasis pada sistem keamanan Internet Explorer yang sudah termasuk baik.

Microsoft Edge menggunakan SmartScreen Filter, yang dapat mencegah malware masuk ke program dan memperingati unduhan yang berbahaya. Microsoft Edge juga menambahkan program ActiveX, program keamanan dalam mengunduh; VBScript program untuk membantu sistem operasi membaca bahasa program, dan Browser Helper Objects untuk meningkatkan keamanan pengguna.

Sama seperti browser lain, Microsoft Edge juga memiliki sistem sandboxing, yang berfungsi untuk mengisolasi malware di sebuah tab agar tidak dapat merusak tab dan program lain di perangkatmu. Kemudian malware akan hilang ketika kamu menutup tab tersebut.

Selain itu, browser ini memiliki sistem log in biometrik menggunakan fitur Windows Hello. Windows Hello adalah program keamanan Windows, dimana pengguna melakukan log in ke akun Windows menggunakan sensor mata atau fingerprint.


Kesimpulannya, Microsoft Edge memiliki kapabilitas untuk menjadi aplikasi browser terbaik. Dengan fitur seperti Reading Mode, Web Note, integrasi Cortana, serta tampilan yang rapi dan informatif membuktikan browser ini sudah memiliki keunggulan dibanding Firefox dan Chrome.

Namun, masalah-masalah dasar seperti loading yang terkadang freeze, iklan yang berlebihan, dan program ekstensi yang masih sedikit menandakan Microsoft Edge masih bermasalah dengan kualitas dan belum siap bersaing dengan browser top lainnya.

Buat kamu yang tengah mencari browser lain sebagai alternatif Chrome atau FireFox, Microsoft Edge dapat menjadi pilihan yang bagus. Apalagi beberapa waktu kedepan, kita bisa mengekspektasi beberapa fitur unggulan dan extension yang bagus untuk dikenalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *