browser untuk windows 10

Ulasan Terkini Mengenai Aplikasi Google Chrome Windows 10

Dirilis pada tahun 2008 oleh Google, kini Google Chrome menjadi aplikasi web browser yang paling mendominasi. Kecepatan, kemudahan, serta tampilannya yang simple menjadi kekuatan utama Google Chrome. Pastinya kamu penasaran bagaimana review Google Chrome, aplikasi browser sejuta umat.

Kenyataannya, walaupun aplikasi ini tidak banyak memberikan update, kualitas Google Chrome tetap dijadikan standar penilaian aplikasi web browser. Nah, seperti apa fitur dan performa aplikasi ini di Windows 10? Yuk simak review Google Chrome berikut ini!

Instalasi dan kompatibilitas

review google chrome

Sumber: AltusHost
Kamu dapat mengunduh program aplikasi Google Chrome dari web store secara gratis. Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 30 detik untuk proses instalasi dan kamu tidak perlu me-reboot perangkat untuk aktivasi Google Chrome. Meskipun demikian, aplikasi ini membutuhkan space yang cukup besar yaitu sekitar 300 MB.

Google Chrome dapat dipasang di semua sistem operasi. Instalasi dan pengaturan juga dijalankan secara otomatis serta mudah untuk dijalankan. Namun, kamu harus ingat untuk melakukan instalasi sesuai dengan versi Windows 10 di perangkatmu (32 bit ataupun 64 bit).

Untuk mengoptimalkan penggunaan Google Chrome, kamu perlu memiliki akun Google. Akun ini berfungsi untuk singkronisasi aktivitas Google Chrome seperti, riwayat, website favorit, penyimpanan kata sandi, dan pengaturan browsing di berbagai perangkat.

Tampilan

review google chrome

Sumber: Windows 10 Portal
Tampilan Chrome di Windows 10 tidak berbeda dengan Windows lainnya. Ketika kamu membuka Google Chrome, kamu akan melihat layar interface yang rapi dan bersih.

Bagian paling atas jendela adalah tempat tab berada. Tab dapat di-drag untuk dijadikan jendela baru atau digeser untuk merubah urutan tab. Jika kamu mengklik kanan tab, akan muncul pilihan seperti tab baru, muat ulang, gandakan, sematkan tab, nonaktifkan tab, tutup tab, tutup tab lain, tutup tab di sisi kanan, buka kembali tab yang tertutup, dan bookmark semua tab.

Di sudut kanan atas terdapat tombol ukuran yaitu, tombol minimize, restore/maximize, dan close. Di bawah tab terdapat tombol perintah back dan forward, serta reload. Lalu, di sebelah kanan, terdapat omnibox, tempat dimana kamu bisa memasukkan kata yang ingin kamu cari atau alamat website yang dituju. Di Omnibox ini juga terdapat tombol zoom (kaca pembesar) dan bookmark (bintang).

Selain itu, di bawah ketiga tombol ukuran, kamu dapat melihat tombol sesuaikan dan kontrol Google Chrome yang bersimbolkan tiga garis horizontal tersusun secara vertikal. Tombol ini memiliki banyak fungsi.

Melalui tombol ini, kamu dapat memilih opsi tab baru, untuk membuka tab baru; jendela baru, jendela penyamaran baru, riwayat, unduhan, bookmark, zoom, cetak, lemparkan (fitur baru Google Chrome, untuk melempar konten di Google Chrome di suatu perangkat ke perangkat lain). Lalu ada opsi temukan, alat lainnya,(pilihan shortcut dan alat pendukung lainnya), dan edit.

Serta opsi setelan, untuk melakukan pengaturan pada Google Chrome seperti Masuk, Tampilan awal, Tampilan, Telusuri , Pengguna, Browser Default, Privasi, Sandi dan Formulir, Konten Web, Jaringan, Bahasa, Unduhan, HTTPS / SSL, Google Cloud Print, Aksesibilitas, Sistem, dan Setel Ulang Setelan; lalu opsi bantuan, dan yang terakhir adalah pilihan keluar.

Di bawah address bar dan tombol sesuaikan, terdapat bar tempat website yang telah di-bookmark dan tombol Apps yang berisikan aplikasi-aplikasi tambahan dari Google seperti, Web Store, Youtube, Gmail, Google Docs, Google Search, Google Drive, Google Sheets, dan PDF Viewer. Di sisi kanan di bawah bar bookmark, terdapat shortcut menuju Gmail, pencarian gambar, aplikasi-aplikasi Google, notifikasi Google dan keterangan akun pengguna.

Setelah kamu membuka beberapa website, Google Chrome akan menyediakan shortcut ke website yang paling sering kamu kunjungi yang terletak di bawah kotak pencarian. Dengan shortcut ini, kamu bisa mengunjungi website favoritmu dengan lebih mudah dan cepat.

Pada awalnya, Google Chrome adalah web browser pertama yang memiliki tampilan simple, minimalis, dan terorganisir. Tampilan Google Chrome yang nggak ‘ruwet’ ini, menjadi keunggulan yang menarik banyak pengguna web browser. Seiring waktu, aplikasi web browser lain juga telah menekankan pada tampilan yang simple dan minimalis seperti Google Chrome.

Baca juga: 5 Tips Wajib Coba Memaksimalkan Google Chrome di Windows 10

Performa

review google chrome

Sumber: PeakFitness
Mengenai performa web browser, maka yang menjadi fokus adalah kecepatan sebuah aplikasi dalam membuka website. Pada mulanya, Google Chrome adalah aplikasi web browser tercepat. Namun, web browser lain kini sudah mulai menyamai atau bahkan melampaui Google Chrome.

Secara umum, waktu yang dibutuhkan Google Chrome di Windows 10 untuk membuka sebuah website awal secara utuh adalah kurang lebih 1,5 detik. Catatan ini termasuk yang tercepat diantara web browser. Sedangkan waktu rata-rata waktu sebuah halaman website di-reload membutuhkan 1,7 detik.

Kelemahan dari Google Chrome adalah durasi waktu perpindahan dari satu website ke website lain yaitu 5,3 detik, catatan waktu ini dibawah rata-rata waktu web browser. Selain itu, aplikasi ini menguras baterai lebih banyak dibanding aplikasi web browser lain. Buat kamu yang mau tahu lebih detail tentang hasil tes benchmark aplikasi web browser, cek tabel ini.

review google chrome

Sumber:Michael Muchmore
Hasil ini tentu juga dipengaruhi beberapa faktor eksternal seperti penguraian kalimat HTML dan CSS, koneksi internet, prioritas pemuatan konten, DOM events, handling mouse, strategi caching, dan efektivitas akselerasi hardware grafik.

Hasil tes benchmark ini membuktikan Google Chrome masih mendominasi benchmark HTML5 (nilai maksimal 555), diikuti oleh emerging web browser Vivaldi. Sementara secara keseluruhan, Microsoft Edge memenangkan paling banyak benchmark, yaitu Google Octane 2.0, Jetstream 1.1, Penguin Mark dan Unity WebGL. Sedangkan untuk penggunaan memory dan baterai, Mozilla Firefox adalah yang terbaik.

Extensi

review google chromeSumber: OnSiteHelper
Selain tampilan dan performa, hal yang perlu diperhatikan dari sebuah aplikasi web browser adalah ketersediaan program ekstensi untuk mendukung penggunaan aplikasi tersebut. Semakin banyak tersedia program ekstensi, maka akan semakin meningkatkan kualitas dan diferensiasi aplikasi web browser.

Sama seperti di Windows sebelumnya, Google Chrome menyediakan banyak program ekstensi seperti, program yang paling banyak diaktifkan yaitu, AdBlock. AdBlock adalah program ekstensi yang berguna untuk memblokir iklan di website yang kamu kunjungi. Selain itu, ada Drive, Bing Search Engine, Google Documents, dan masih banyak lagi jika kamu mengklik Dapatkan Ekstensi Lainnya.

Keunggulan Google Chrome di sini adalah kelengkapan dan kecepatan update program ekstensi, serta sinkronisasi program ekstensi di suatu perangkat dengan perangkat lain. Sementara program ekstensi seperti Built-In Flash and PDF Support telah terinstall secara default di Google Chrome.

Selain itu, Google Chrome memiliki teknologi untuk mendukung kecepatan seperti teknologi Native Client. Teknologi ini dapat memproses sandi dalam C dan C++ yang berguna untuk mendukung kecepatan aplikasi web dan games.

Baca juga: 10 Extension Google Chrome untuk Windows 10 Kamu

Keamanan dan privasi

review google chromeSumber: Pixabay
Untuk segi keamanan, Google Chrome cukup baik. Google Chrome sebisa mungkin memastikan keamanan pengguna dari malware. Aplikasi ini memberikan opsi untuk meng-update program keamanan di Google Chrome secara otomatis, serta memberikan peringatan ketika kamu mengunjungi website atau mengunduh data yang berkemungkinan memiliki malware.

Google Chrome juga memiliki sistem sandbox, yaitu sistem dimana Google Chrome dapat mengisolasi malware di sebuah tab agar tidak dapat merusak tab dan program lain di perangkatmu. Kemudian malware akan hilang ketika kamu menutup tab tersebut.

Untuk mendukung privasi pengguna, Google Chrome memiliki incognito mode atau tab penyamaran. Tab penyamaran akan memungkinkanmu aktivitas browsing tidak tercatat di riwayat. Kamu dapat merubah pengaturannya di tombol sesuaikan dan kontrol Google Chrome,pilih setelan, kemudian privasi.

Popularitas

review google chromeSumber: Shannon Beam
Popularitas Google Chrome tercatat di awal tahun 2016, telah menempati urutan pertama. Sebelumnya, Internet Explorer adalah aplikasi web browser paling populer, namun kehadiran Mozilla Firefox dan Google Chrome telah menggerus popularitasnya.

Untuk itu, Windows mengeluarkan Microsoft Edge (hanya dapat digunakan di Windows 10) untuk menggantikan Internet Explorer sebagai web browser utama. Namun popularitas Edge masih belum dapat menyamai Google Chrome. Bahkan banyak pengguna sistem operasi Windows 10 sekalipun masih menggunakan Google Chrome sebagai aplikasi web browser.

Statistik penggunaan web browser oleh Stat Counter adalah sebagai berikut:

review google chrome
Sumber: Andrii Degeler


Baca juga: Ini Dia Browser yang Wajib Dimiliki Pengguna Windows 10!

Setelah melihat review Google Chrome barusan, kamu tentu jadi lebih mengetahui kelemahan dan keunggulan aplikasi satu ini. Walaupun aplikasi web browser lain memiliki keunggulan, seperti Edge dan Firefox yang lebih cepat, atau Vivaldi yang lebih customizeable, Google Chrome tetaplah pelopor aplikasi web browser berkecepatan fantastis dengan tampilan simple dan minimalis. Keuntungan first mover inilah yang membuat Google Chrome menjadi web browser paling banyak dipilih.

Adanya masalah instalasi di Windows 10 memang memberikan dampak negatif untuk Google Chrome. Isunya, masalah ini dikarenakan Windows memang sedikit menghalangi web browser lain untuk di-instal di perangkat Windows, agar pengguna dapat beralih ke Microsoft Edge. Terlepas dari hambatan tersebut, Google Chrome tetap layak untuk kamu pilih sebagai aplikasi web browser-mu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *