Review: Seberapa Ampuh Windows Defender Menjaga PC kamu?

Windows Defender adalah versi pengganti Microsoft Security Essentials yang sudah pensiun terhitung dari peluncuran Windows 8. Tujuan awal pembuatan Defender adalah untuk memastikan agar semua pengguna Windows memiliki sistem proteksi anti spyware. Namun, belakangan Microsoft terus melakukan transformasi pada Defender untuk perlindungan dari virus, spyware, dan juga malware.

Sejak aplikasi ini dimunculkan pada Windows XP, banyak pihak yang meremehkan kemampuan Defender dalam melindungi perangkat komputer. Uji coba terakhir yang dilakukan AV-Test menunjukkan bahwa Windows Defender menyerah di angka 3.5 dari total penilaian 6.0 dalam hal proteksi.

Bahkan Neil J. Rubenking (Lead Analyst for Security) menyarankan pengguna untuk memasang perangkat antivirus lainnya dan jangan mengandalkan Windows Defender. Parahnya, secara gamblang Neil juga mengatakan bahwa Windows Defender nggak bisa sebaik antivirus gratis dari pihak manapun.

Apakah Windows Defender seburuk itu?

Antivirus: software berbayar pun nggak menjamin!

windows defenderSumber: Wikipedia Commons

Windows Defender nggak terlalu buruk seperti yang digemborkan banyak orang. Dalam hal proteksi, Windows Defender sebenarnya sudah sangat cukup untuk penggunaan personal (yang mana 99% pengguna memang mengarah pada tipe pemakaian ini).

Walaupun skor perlindungan Windows Defender mengecewakan (3.5 dari 6.0), tapi kamu harus tahu saat pengujian deteksi malware, Defender masih mumpuni dengan skor 99% pada uji coba di September dan Oktober 2015 silam.

Selama kamu nggak melakukan aktivitas di website dengan tingkat virus yang tinggi dan terus menerus mengunduh aplikasi berpotensi malware, Windows Defender sudah lebih dari cukup. Namun, beda cerita jika perangkatmu penuh dengan aktivitas bisnis yang membutuhkan proteksi tingkat dewa. Aplikasi antivirus tambahan dan berbayar memang sangat disarankan.

Perlindungan secara real-time

windows defenderSumber: Tech Week

Windows Defender memberikan perlindungan perangkatmu secara real-time. Ketika kamu menjalankan sebuah program atau sibuk mengotak-atik perangkat laptopmu, Defender akan terus bekerja di belakang dan melakukan pemindaian terhadap program yang membahayakan.

Jika Windows Defender menemukan adanya program atau file yang mencurigakan, otomatis file tersebut akan diblokir dan masuk karantina. Akan tetapi, jika kamu merasa Defender melakukan kesalahan, kamu dapat mengembalikan file tersebut dengan pilihan restore.

Fitur Limited Periodic Scanning

windows defenderSumber: Supersite Windows

Di Windows 10, Windows Defender akan secara otomatis non aktif ketika Security Center mendeteksi adanya program antivirus lainnya. Akan tetapi, Defender cukup loyal dengan terus menjaga perangkatmu melalui fitur Limited Periodic Scanning yang bisa kamu temukan di Control Panel. Melalui fitur ini, Windows akan melakukan pemindaian saat komputer nggak digunakan.

Jadi, sebaiknya jangan menonaktifkan Windows Defender, walaupun sudah ada program antivirus lainnya. Hal tersebut tentu nggak ada ruginya, karena kamu akan mendapatkan double protection. Jika malware tertentu nggak berhasil dideteksi di antivirus kamu, Defender akan membantu!

Cloud-base protection

windows defenderSumber: A New Domain

Saat kamu membuka pengaturan Windows Defender, kamu akan menemui opsi aktivasi Cloud-base Protection. Fitur ini mengintegrasikan Defender langsung ke Microsoft Spynet, sehingga sistem akan secara otomatis melaporkan berbagai temuan baru saat pemindaian malware.

Sangat disarankan bagi kamu untuk mengaktifkan fitur ini. Karena dengan fitur ini

Karena nantinya laporan ini akan langsung diteruskan ke Microsoft, sehingga tim developer dapat mengembangkan dan memperbaiki sistem perlindungan pada Defender yang selanjutnya dapat digunakan bagi seluruh pengguna Defender.

Antivirus gratis tanpa embel-embel

windows defenderSumber: Computer World

Windows Defender merupakan aplikasi bawaan dari Windows yang memudahkan kamu untuk aktivasi program langsung melalui Security Center. Sehingga kamu nggak perlu lagi harus mengunduh atau instal aplikasi apapun seperti aktivasi antivirus pada umumnya.

Windows Defender juga cukup loyal ke pengguna. Defender nggak akan pernah mengganggu dengan pop up notifikasi untuk upgrade ke layanan berbayar, apalagi mengubah dan menyisipkan instalasi aplikasi lain yang nggak dibutuhkan seperti program antivirus lain saat pemasangan aplikasi (senggaknya sampai sekarang :D).

Defender nggak akan berusaha mencuri data sejarah pencarian kamu dan digunakan untuk tujuan komersil, seperti yang mulai dilakukan beberapa program antivirus gratis lainnya untuk menambah keuntungan. Terlebih, muatan Defender juga jauh lebih ringan dibandingkan program aplikasi lainnya sehingga proses booting juga nggak terlalu berat.

Secara keseluruhan, sebenarnya Windows Defender nggak terlalu buruk. Dengan catatan bahwa kamu selalu update Windows, menggunakan browser terkini, dan menghindari pemasangan program berisiko tinggi seperti Java. Akan tetapi jika kamu masih keukeuh ingin proteksi tambahan, jangan lupa pastikan kapasitas perangkatmu ya (senggaknya sekelas 2-in-1 tablet PC Genpro kapasitas 128GB). Biar nggak terlalu berat bro!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *